FAM UBK Minta Aparat Usut Otak Intelektual Dibalik Penyebaran Fitnah Yang Merusak Nama UBK dan Wapres Gibran
Jakarta - Forum Alumni Muda Universitas Bung Karno (FAM UBK) meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas pihak-pihak yang diduga berada di balik penyebaran informasi bohong yang menyeret nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Universitas Bung Karno (UBK).
Juru Bicara FAM UBK, Bung Fadli, menilai terdapat dugaan pihak yang secara sengaja menggerakkan aksi maupun membangun narasi yang bertujuan menyebarkan fitnah terhadap Wapres Gibran sekaligus merusak citra Universitas Bung Karno sebagai institusi pendidikan.
"Kami meminta aparat yang berwenang mengusut tuntas dugaan adanya aktor intelektual yang secara sengaja menggerakkan aksi maupun menyebarkan narasi yang bertujuan membangun fitnah terhadap Wapres Gibran sekaligus merusak citra UBK sebagai institusi pendidikan," kata Bung Fadli dalam keterangannya, Jumat (26/6/2026).
Fadli mengatakan FAM UBK menghormati kebebasan dalam menyampaikan pendapat sebagaimana dijamin oleh konstitusi. Namun, menurutnya, kebebasan tersebut harus dijalankan secara bertanggung jawab dan tidak dijadikan alasan untuk menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya maupun tuduhan tanpa dasar.
"Perbedaan pandangan politik adalah hal yang wajar dalam negara demokrasi. Tetapi jangan sampai perbedaan itu berubah menjadi fitnah, hoaks, atau tuduhan tanpa bukti yang dapat merugikan individu maupun mencoreng nama baik lembaga pendidikan," ujarnya.
Karena itu, FAM UBK berharap aparat penegak hukum dapat mengusut secara objektif setiap pihak yang diduga terlibat dalam penyebaran informasi yang dinilai merugikan Wapres Gibran dan Universitas Bung Karno.
Terakhir, FAM UBK juga meminta oknum oknum alumni agar tidak memperkeruh suasana dengan mempolitisasi isu yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya.
