Populer

Ketum DPW SPEDA Papua Barat, Kehadiran Wapres Gibran di Tanah Papua Tunjukan Keseriusan Pembangunan

 


NusainaTV - Manokwari - Kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, ke wilayah Papua Barat mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk organisasi kepemudaan daerah.

Ketua Umum DPW Solidaritas Pemuda-Pemudi Desa (SPEDA) Papua Barat, Hasan Gozali Erbabley, menilai kehadiran Wakil Presiden di Tanah Papua merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan serta mendorong pemerataan kesejahteraan di kawasan timur Indonesia.

Menurut Hasan, kunjungan tersebut tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan mencerminkan keseriusan pemerintah dalam melihat langsung kondisi di lapangan.

“Dengan kehadiran Wapres, pemerintah menunjukkan komitmennya untuk turun langsung mengecek situasi di daerah, memastikan bahwa program pembangunan benar-benar berjalan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya di Manokwari, MInggu 26 April 2026.

Ia menambahkan, langkah tersebut penting mengingat Papua masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang kompleks, mulai dari keterbatasan infrastruktur dasar hingga belum meratanya akses layanan publik.

Hasan juga menilai kunjungan ini selaras dengan arah kebijakan pembangunan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan pemerataan pembangunan sebagai salah satu prioritas utama pemerintah.

“Papua memiliki potensi sumber daya alam dan budaya yang sangat besar. Namun di sisi lain, masih terdapat kesenjangan dalam akses transportasi, pelayanan kesehatan, pendidikan, serta peluang ekonomi. Karena itu, perhatian langsung dari pemerintah pusat menjadi sangat penting,” katanya.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Wakil Presiden meninjau sejumlah proyek strategis di Papua Barat, di antaranya pembangunan pelabuhan untuk mendukung konektivitas logistik, rumah sakit umum daerah (RSUD) guna meningkatkan layanan kesehatan, serta pembangunan rumah susun bagi aparatur sipil negara (ASN).

Peninjauan ini dinilai sebagai langkah konkret untuk memastikan proyek berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami melihat adanya upaya serius dari pemerintah untuk memastikan bahwa pembangunan tidak hanya berhenti pada perencanaan, tetapi benar-benar terealisasi dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Selain meninjau infrastruktur, Wakil Presiden juga melakukan dialog langsung dengan masyarakat dan tokoh setempat. Berbagai aspirasi dan persoalan disampaikan secara terbuka dalam pertemuan tersebut.

Hasan menilai pendekatan dialogis ini mencerminkan model pembangunan yang inklusif.

“Pemerintah tidak hanya bekerja secara administratif dari pusat, tetapi juga membuka ruang dialog untuk mendengar langsung suara masyarakat. Ini sangat penting agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” kata dia.

Lebih lanjut, Hasan berharap kunjungan ini menjadi momentum percepatan pembangunan di Papua, khususnya dalam mengatasi kesenjangan antarwilayah yang masih menjadi tantangan.

Ia juga mendorong agar seluruh program yang telah direncanakan dapat dikawal secara optimal oleh pemerintah daerah dan masyarakat.

“Kami berharap kunjungan ini tidak berhenti sebagai agenda sesaat, tetapi menjadi titik awal dari langkah-langkah konkret yang berkelanjutan dalam membangun Papua,” ujarnya.

Menurut Hasan, keberhasilan pembangunan di Papua membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan.

Dengan perhatian yang semakin intensif dari pemerintah pusat, ia optimistis pembangunan di Papua dapat berjalan lebih cepat dan merata.

“Kami percaya bahwa dengan kolaborasi yang baik dan komitmen yang kuat, kesenjangan pembangunan di Papua dapat terus diperkecil. Ini adalah bagian dari upaya besar untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan merata, dari Sabang hingga Papua,” tutup Hasan.


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar