Qodari Rusak Kepercayaan Publik Terhadap Pemerintahan Prabowo - Gibran, Ketum SPEDA Sebaiknya Mundur!
NusainaTV - Jakarta - Kisruh “homeless media” yang tergabung dengan Indonesia New Media Forum (INMF) mendapat sorotan dari Dewan Pimpinan Nasional Solidaritas Pemuda Pemudi Desa (DPN SPEDA).
Ketua Umum DPN SPEDA, Fadli Rumakefing menyayangkan cara kerja Muhammad Qodari dalam memimpin dan mengelolah Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (BAKOM RI).
"Alih-alih memperkuat legitimasi pemerintah, cara Qodari justru merusak citra dan kepercayaan rakyat terhadap Prabowo – Gibran,” Kata Fadli kepada awak media, Jumat, 8 Mei 2026.
Masalahnya bukan semata-mata pada benar atau tidaknya isu homeless tersebut. Masalah utamanya adalah kesan kuat bahwa ada upaya sistematis membangun framing melalui jaringan komunikasi tidak organik yang oleh warganet sering disebut sebagai “buzzer”.
Ketika dugaan ini menguat, yang runtuh bukan hanya narasi pemerintah dalam mengkampanyekan keberhasilan program programnya, tetapi juga fondasi kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan.
Di titik ini, Qodari tampaknya gagal memahami satu hal mendasar yakni, legitimasi tidak bisa diproduksi secara artifisial. Ia lahir dari konsistensi antara kebijakan, realitas, dan komunikasi.
“Ketika narasi diproduksi tanpa pijakan realitas yang kuat, maka yang terjadi adalah delegitimasi,” ujarnya.
Lebih berbahaya lagi, Fadli menyebut bahwa praktik semacam ini justru bisa menciptakan jarak psikologis antara pemerintah dan rakyat.
Karena dengan adanya peristiwa ini, publik tidak lagi mudah percaya pada konstruksi narasi yang terasa dipaksakan.
“Karena itu, kami meminta Presiden Prabowo untuk segera mengevaluasi Qodari, jika perlu dicopot dari jabatannya sebagai kepala BAKOM RI. Pak Qodari jika masih punya keberanian sebaiknya mundur dari kepala BAKOM,” pungkasnya.
